Oksitosin adalah hormon yang memiliki efek anti stres pada pria dan
wanita. Hormon ini meningkat drastis setelah melahirkan dan nampaknya
merupakan mekanisme alami yang membantu keterikatan ibu dengan bayinya.
Hormon ini juga mengalami peningkatan jumlah ketika seseorang jatuh
cinta, sehingga disebut juga hormon cinta.
Hormon cinta ini ternyata bisa menjadi kunci untuk mengatasi kecanduan
alkohol. Ilmuwan di Australia telah melakukan uji klinis pada pecandu
alkohol dengan menggunakan semprotan hidung mengandung oksitosin untuk
melihat apakah hormon itu dapat mengurangi kecanduan.
Percobaan ini sebenarnya sebagai tindak lanjut penelitian sebelumnya
pada tikus yang diberi minum alkohol dan methamphetamin. Ketika diberi
suntikan oksitosin, minat tikus terhadap alkohol dan obat-obatan
menurun drastis.
Profesor Iain McGregor, peneliti dari Universitas Sydney mengatakan
bahwa jika para ilmuwan bisa memanfaatkan oksitosin untuk perawatan
medis, hormon ini dapat membalikkan dampak penggunaan narkoba dan
alkohol, bahkan membuat pengguna narkoba jadi lebih tahan dari
kecanduan.
"Konsumsi alkohol berlebihan dan penggunaan metamfetamin atau kokain
dapat menghabiskan tingkat oksitosin di otak. Semprotan oksitosin bisa
memulihkan sistem otak yang telah berubah akibat penyalahgunaan alkohol
dan narkoba," kata Prof.McGregor seperti dilansir ninemsn.com, Selasa (15/11/2011).
Prof McGregor menguraikan hasil penelitian tikusnya dalam konferensi
Alkohol dan Obat lainnya di Hobart. Dia memberi suntikan oskitosin
kepada tikus muda setiap hari selama 10 hari sebelum diberi alkohol.
Begitu mencapai usia dewasa, tikus yang telah disuntik oksitosin tidak
tertarik kepada alkohol dan lebih ramah daripada tikus yang tidak
diberi suntikan.
Tikus-tikus yang telah mendapat suntikan juga memiliki oksitosin yang
lebih banyak dalam otaknya. Hal ini menunjukkan bahwa suntikan yang
diberikan memiliki efek jangka panjang. Penelitian lain juga menemukan
bahwa oksitosin memiliki efek menghambat tikus mengkonsumsi
methamphetamin.
Namun ada kekhawatiran jika obat oksitosin digunakan untuk membantu
pecandu mengatasi kecanduannya, apakah ada kemungkinan penggunanya
justru menjadi kecanduan oksitosin?
"Kami tidak berpikir begitu, tapi kita tidak pernah tahu. Oksitosin
semprotan hidung tampaknya tidak memiliki potensi penyalahgunaan. Orang
tidak menggunakannya dan kemudian merasa sakau. Obat ini memiliki efek
yang lebih halus," kata Prof McGregor.


